Penyebab :
Bakteri Bacillus anthracis.
Gejala :
Gejala pada sapi dan domba yang terserang penyakit anthraks (perakut) adalah kelemahan mendadak, demam, sesak nafas, kekejangan dan keluarnya darah berwarna gelap dari lubang lubang kumlah. Kematian bisa terjadi beberapa menit sampai beberapa hari.
Bisa juga ditandai dengan keluron (abortus) dan pembengkakan oedematous lunak yang panas pada jaringan di bawah kulit pada bagian perut bawah dan pinggang.
Pada Kuda, kuda akan mengalami kolik dan kematian terjadi setelah beberapa hari.
Sumber Penularan :
Tanah dan air yang terkontaminasi spora anthraks.
Darah penderita anthraks (hewan).
Education Point : (Pencegahan dan Penanganan)
1.Hewan yang terserang anthraks tidak selalu menunjukkan gejala klinis, untuk itu perlu untuk selalu waspada apabila menemui ternak yang mati secara mendadak tanpa gejala yakni dengan cara tidak melukai atau memotong hewan tersebut. Segera hubungi petugas Dinas Peternakan atau Puskeswan untuk dilakukan pemeriksaan dan penguburan/pembakaran.
2.Penyakit anthraks bersifat menular ke manusia (zoonosis) dan bisa termanifestasi dalam tiga bentuk yakni anthraks kulit, anthraks pencernaan dan anthraks pernafasan. Selengkapnya bisa dilihat Di sini.
3.Daerah yang dinyatakan endemis anthraks harus diberikan vaksinasi secara rutin setiap 6 bulan sekali untuk mencegah terjadinya out break.
Sabtu, 15 September 2012
Penyakit Menular Hewan Strategis
Menurut Peraturan Dirjen Nak No.59/Kpts/PD610/05/2007 tanggal 9 Mei 2007 ada 12 Jenis Penyakit Hewan Menular yang menjadi prioritas Nasional dalam
pengendalian/pemberantasannya. Penyakit hewan tersebut adalah: Rabies, Avian Influenza, Brucellosis, Anthrax, Salmonellosis, Newcastle Disease, Jembrana, Bovine Viral Diarrhea, Septicemi Epizootica (ngorok), Classical Swine Fever/Hog Cholera, Infectious Bovine Rhinotracheitis, Infectious Bursal Disease ( Gumboro).
Langganan:
Postingan (Atom)